Wednesday, 1 May 2013

Tugas Perekonomian Indonesia ( Softskill )


MINGGU KE 2

Mantan Presiden Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional



Penulis: | Kamis, 30 Juli 2009 | 01:34 WIB
KARANGANYAR, KOMPAS.com--Sejumlah kalangan menilai Mantan Presiden Soeharto layak menjadi pahlawan nasional Indonesia karena jasa-jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan dan negara kesatuan Republik Indonesia (RI)."Banyaknya jasa dan pengabdian kepada Indonesia menjadi pertimbangan kita untuk menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional," kata dosen Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), Warto di Karanganyar, Rabu.
Terlepas dari sejumlah pihak yang masih mempermasalahkan sejumlah kasus hukum yang mengaitkan Soeharto, lanjutnya, fakta di dalam sejarah Bangsa Indonesia menunjukkan bahwa Soeharto memiliki jasa besar kepada Indonesia.
"Perjuangan Soeharto untuk Indonesia yang tercatat dalam buku sejarah bangsa ini, antara lain pada masa revolusi fisik antara 1945 hingga 1949, pascarevolusi fisik antara 1962 hingga 1967 dan masa kepemimpinannya sebagi presiden," katanya.
"Selama masa revolusi fisik, Soeharto berjuang melawan tentara Belanda yang ingin menjajah Indonesia lagi. Perjuangannya yang paling diingat adalah ketika merebut Yogyakarta dari Belanda pada 1949," kata Warto yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNS.
Peran Soeharto pascarevolusi fisik, lanjutnya, adalah ketika menjadi Panglima Komando Mandala yang memimpin perebutan Irian Barat dari Belanda. "Selain itu, pada masa tersebut dia juga berperan dalam menyelamatkan keutuhan Indonesia dari ancaman pemberontakan Partai Komunis Indonesia," katanya dalam Seminar Nasional "Nasionalisme Jenderal Besar TNI (Purn) HM Soeharto" di Monumen Tien Soeharto, Kabupaten Karanganyar.

"Konsep trilogy pembangunan nasional dengan menyeimbangkan stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan yang disusun Soeharto di masa kepemimpinannya sebagai presiden juga menjadi pertimbangan dalam menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional," katanya. Warto mengatakan, pertimbangan-pertimbangan tersebut merupakan fakta yang ada padaBangsa Indonesia sehingga pengusulan Soeharto sebagi pahlawan nasional seharusnya dilakukan pemerintah.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Juliatmono mengatakan, rencana pembangunan lima tahun (Repelita) yang menjadi salah satu program di masa pemerintahan Soeharto merupakan bukti jasa Soeharto kepada Indonesia.
"Saya menilai Repelita merupakan program nyata yang dapat dijadikan parameter keberhasilan pembangunan Indonesia," katanya. Melalui Repelita tersebut, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia rata-rata berjumlah tujuh persen setiap tahun. Menurutnya, masa pemerintahan Soeharto lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat dibandingkan masa pemerintahan presiden-presiden lain di Indonesia. "Oleh karena itu, kami akan mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan nasional Indonesia. Kami berharap pertimbangan-pertimbangan mengenai kelayakan Soeharto sebagai pahlawan nasional dapat disetujui Badan Pahlawan Pusat, Menteri Sosial maupun Presiden Republik Indonesia," katanya. Juliatmono mengatakan, pengusulan ini dilakukan untuk menghargai jasa-jasa yang telah diberikan Soeharto kepada negara ini.

Sumber : http://oase.kompas.com/read/2009/07/30/0134056/
Mantan.Presiden.Soeharto.Diusulkan.Jadi.Pahlawan.Nasional
Komentar- komentar
1.    Ika andani ( 23212571 )
Menurut pendapat saya, untuk menjadikan soeharto sebagai pahlawan nasional indonesia memang merupakan hal yang baik dan wajar. Karena memang pada kenyataannya selama ini  presidan  indonesia ke 2 tersebut telah menin ggalkan jasa-jasa besar dan pengabdian dalam mempertahankan negara republik indonesia ini. B anyak sekali perjuangan yang telah dilakukannya seperti pada massa revolusi fisik & pasca revolusi fisik, perebitan yogyakarta dari belanda, perebutan irian barat  untuk menyelamatkan keutuhan indonesia dari pemberontakan partai komunis nasional.
pada saat pemerintahannya soeharto sebagai presiden indonesia ke 2 ini mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat. Soeharto telah dipandang sebagai orang yang telah berjasa dalam mengangkat bahsa ini dari keterpurukan ekonomi pada masa orde lama melalui kekuasaan yang di genggamnya selama 31 tahun ia sempat membuat indonesia maju dan di kagumi negara-negara lain . tetapi di akhir masa pemerintahannya soeharto mema ng melakukan kesalahan, tetapi kesalahan itu tidak menghapuskan jasa-jasanya yang telah dibuat olehnya selama ini dan memang kekuasaan soeharto dalam perekonomian rakyat indonesia tumbuh dangan pesat nya. Serta dalam segi keamanan  soeharto sering bertindak tegas sehingga sehingga pada jaman kepemimpinannya tidak ada tindakan sparatis yang dilakukan oleh teroris maupun kelompok bersenjata yang mengganggu ketenangan rakyat.

2.    Irma Selvyani  ( 28212140 )
Usulan Soeharto menjadi pahlawan nasioanl merupakan suatu penghargaan bagi Pak Harto atas jasa – jasa bagi Indonesia. Selama masa pemerintahannya banyak terjadi perubahan di Indonesia khususnya dalam bidang perekonomian. Selama 31 tahun menjabat sebagai presiden RI Pak Harto membuat perubahan yang luar biasa bagi Indonesia. Bagi sebagian masyarakat di zaman Soeharto, kehidupan memang tidak sesulit sekarang. Kini, harga – harga mahal, bahkan kebutuhan pokok sungguh teramat mahal.
Namun, pada tahun 1984 Soeharto berhasil mengubah Indonesia dari negara terbesar dalam mengimpor beras, akhirnya menjadi negara berswasembada pangan. Lebih dari 3 juta ton padi dihasilkan setiap tahunnya. Bandingkan dengan sekarang yang justru defisit lebih dari 1 juta ton setiap tahun. Jadi, sudah selayaknya Soeharto dijadikan sebagai salah satu pahlawan nasional mengingat betapa besar jasanya untuk mengubah perekonomian di Indonesia.

3.    Liberti ( 24212192 )
Presiden kedua republik indonesia adalah soeharto telah banyak meninggalkan jasa-jasa dan pengbdian kepada republik indonesia ini serta mempertahan kemerdekaan . banyyak perjuangan yan g telah dilakukan oleh soeharto yaitu pada masa revolusi fisik antara tahun 1945-1949, pasca revolusi tahun 1962-1967, perjuangan melawan belanda yang menjajah indonesia di daerah-daerah seperti yogyakarta dan irian barat.
pada masa kepemimpinan beliau juga mampu memajukan pembangunan nasional dengan menyeimbangkan stabilitas, pertumbuhan & pemerataan, serta pada massa kepemimpinannya soeharto lebih berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Iya mampu membangun dalam bidang pangan dan keamanan serta iya telah sukses dalam program kependudukan & keluarga berencana.

4.    Wiwit Tri Chahyani ( 27212761 )
Pak Harto adalah sebuah legenda. Sebuah fenomena. Sebuah potret perjalanan sejarah bangsa ini. Sejarah ketokohan, sekaligus kepemimpinan yang mampu memberikan pelajaran berharga pada kita semua. Sejarah bangsa, komplet dengan warna hitam putihnya. Bahwa, selain kelemahan dan kekurangan yang telah banyak ditulis orang terdapat pula sisi kekuatan dan kelebihan yang perlu juga ditulis dan dikemukakan. Dan ini berlaku juga dalam menyikapi Pak Harto. Sosok yang fenomenal lantaran ia punya arti penting bagi perjalanan sejarah kepemimpinan bangsa ini. Suka atau tidak, banyak jasa dan pengabdian yang telah dia berikan. Banyak hasil yang telah dicapai. Bahkan, secara faktual tak bisa diingkari bahwa orang-orang yang kini tengah memimpin dan menonjol di negeri ini adalah orang-orang Orde Baru. Orang-orang yang pernah bergerak dalam sistem dan tatanan sebuah Orde di bawah kepemimpinan Pak Harto. Masa dimana pembangunan terus menerus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. selama Pak Harto menjabat sebagai Presiden RI selama 32 tahun, banyak sekali jasa dan pengabdiannya kepada bangsa Indonesia. Sebagai anak Bangsa, tentu ada saja kekhilafan yang dilakukan Pak Harto saat memimpin lebih dari 200 juta penduduk ini.

Akan tetapi bila dibandingkan dengan jasa, pengabdian dan amal bhakti beliau kepada bangsa dan negara Indonesia tentu harus diakui pula bahwa Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia telah banyak memberikan hasil-hasil pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat hingga kini, Pak Harto saat menjabat Presiden nama Indonesia harum dimata dunia Internasional, berbagai penghargaan baik didalam maupun diluar negeri diraihnya. Seperti penghargaan atas keberhasilan Pak Harto dibidang swasembada beras oleh FAO, salah satu organisasi milik Peserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu banyak jasa jasa lain yang dilakukan oleh pak harto saat ia menunpas G30 S/ PKI  Salah satu jasa besar Pak Harto yang tak bisa dilupakan adalah ketika ia menumpas PKI. Berawal dari kejadian G-30/S-PKI. Sebuah pemberontakan yang didalangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tanggal 30 Sepetember 1965.

Bicara tentang Pak Harto sama halnya bhcara sejarah Indonesia. Pak Harto tak dapat dipisahkan dengan pembangunan sebab memang di era Pak Harto pembangunan dilaksanakan. Pak Harto mengedepankan pembangunan dengan dua landasan yaitu industri dan pertanian mengolah tanah sebagai sumber devisa. Beliau ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agraris yang gemah ripah loh jinawi.mengingat semua jasa jasanya jadi pantaslah jika mantan presiden RI ke 2 itu diusulkan menjadi pahlawan Nasional


Monday, 29 April 2013

Sistem Ekonomi


Sistem Ekonomi
Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi Indonesia adalah suatu sistem yang digunakan oleh negara kita yang tujuannya untuk mengalokasikan berbagai sumber daya yang negara kita miliki kepada setiap warga negara Indonesia. Walaupun secara keseluruhan sistem ekonomi memiliki berbagai macam jenis dan turunannya, secara umum suatu sistem ekonomi memiliki 3 macam jenis yakni sistem ekonomi kapitalis, Sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi campuran.

Sistem ekonomi sosialis bercirikan wewenang serta campur tangan negara yang besar terhadap perekonomian, sementara sistem ekonomi kapitalis bercirikan wewenang swasta dan masyarakat yang bebas bersaing dalam memperoleh keuntungan dan campur tangan pemerintah sangat minim, sementara sistem ekonomi campuran adalah paduan dari kedua sistem ekonomi tersebut dan merupakan sistem ekonomi Indonesia.

Sistem Ekonomi Campuran Sebagai Sistem Ekonomi Indonesia


Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut bersaing dan berjuang dalam perekonomian global menganut sistem ekonomi campuran yakni suatu sistem ekonomi yang memadukan antara kedua sistem perekonomian tersebut. Ciri dari sistem ekonomi Indonesia yang merupakan sistem ekonomi campuran dengan berlandaskan pancasila diantaranya adalah ;
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan pula.
  • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Sistem Ekonomi yang Terdapat Dalam Sistem Ekonomi Indonesia


Selain dari pada sistem ekonomi campuran yang berasakan pancasila, dalam sistem ekonomi Indonesia juga masih ada sistem ekonomi lain yaitu sistem ekonomi syariah dan sistem ekonomi tradisional. Sistem ekonomi syaiah  memiliki ciri yakni sistem perekonomian menganut asas-asas syariah yang tidak mengedepankan keuntungan tetapi mengutamakan keuntungan diantara kedua belah pihak dan menghidari hal-hal yang mendekati riba dan hal yang tidak baik dalam proses perekonomian.


Dan sistem ekonomi tradisional adalah salah satu sistem ekonomi indonesia yang teknik produksi serta perekonomiannya bersifat sederhana dan di dapatkan secara turun temurun, karena masih sederhana modal yang di gunakan pun sedikit dan belum memiliki pembagian kerja yang tidak pasti. Dalam sistem ekonomi tradisional kekeluargaan adalah yang utama sehingga tidak terjadi persaingan menjurus tidak sehat. Namun karena masih sederhana sistem ekonomi tradisional juga memiliki kelemahan yakni teknologi yang digunakan masih rendah sehingga produktivitas terbatas.

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia

1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.

Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah  ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di Indonesia lainnya.
3. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekonomian Indonesia

Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.

Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.

Saturday, 27 April 2013

Artikel tentang Perekonomian di Indonesia

ASEAN Community, Integrasi Ekonomi, dan Kesiapan Indonesia

Jakarta - Pada 24 – 25 Apil 2013, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-22 The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) kembali digelar di Brunei Darussalam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta delegasi pun sudah berada di Negeri Kesultanan itu untuk turut berpartisipasi dalam agenda tahunan tersebut.

Sedikit berbeda dengan pagelaran KTT ASEAN sebelumnya, pertemuan kali ini rasanya patut untuk dicermati secara seksama. Hal itu disebabkan adanya dua isu penting yang saat ini sedang menjadi bola panas di negara-negara Asia Tenggara. Isu pertama adalah terkait ketegangan yang meningkat di kawasan Laut Cina Selatan. Sementara isu kedua terkait rencana implementasi ASEAN Community yang akan menjadikan 10 negara ASEAN sebagai komunitas tunggal.

Sebagaimana diketahui, manuver China dengan mengerahkan angkatan lautnya ke Kepulauan Spratly pada Maret lalu, mengundang kemarahan banyak negara di Asia Tenggara. Sikap ini dipandang tidak menghormati proses yang sedang berjalan dalam menentukan negara mana yang paling berhak mengelola kawasan kaya mineral itu. Kepulauan Spratly sendiri, selain China, saat ini masih dipertentangkan kepemilikannya oleh Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Namun hemat saya, selain masalah meningkatnya ketegangan di wilayah Laut China Selatan, rencana implementasi ASEAN Community juga harus menjadi perhatian utama. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, peran Indonesia tentu sangat diharapkan dan ditunggu agar pelaksanaannya betul-betul berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Namun pertanyaannya, sudah siapkah Indonesia menghadapi ASEAN Community?

ASEAN Economic Community

Sejatinya, banyak kalangan sangsi bahwa Indonesia akan mampu menghadapi rencana pengintegrasian kawasan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal (Asean Community). Masih terbengkalainya penyediaan sarana infrastruktur, lemahnya daya saing, serta ketergantungan terhadap barang impor menjadi beberapa alasan utama.

Padahal, rencana implementasi ASEAN Community tinggal satu setengah tahun lagi. Seperti tertuang dalam Declaration Of ASEAN Concord II (Bali Concord II) pada Oktober 2003, Komunitas Tunggal Masyarakat Asia Tenggara ini akan diberlakukan pada tahun 2015 mendatang.

Kesepakatan ASEAN Community sendiri berisi komitmen pengintegrasian tiga sektor utama, antara lain ASEAN Security Community (ASC), ASEAN Economic Community (AEC), dan Asean Socio-Cultural Community (ASCC).

Dari tiga pilar utama penyatuan di atas, sektor integrasi ekonomi atau ASEAN Economic Community (AEC) sepertinya menjadi perhatian tersendiri bagi Indonesia. Kesangsian banyak pihak bahwa kita mampu menghadapinya, membuat Presiden SBY harus membentuk komite khusus untuk menghadapinya. Dan tugas komite khusus ini diserahkan kepada Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai ketua hariannya.

Di antara tugas komite khusus ini adalah membuat kajian masalah-masalah yang kemungkinan dihadapi dalam realisasi AEC sekaligus menyusun daftar peluang yang mungkin bisa dimanfaatkan secara baik. Komite khusus ini nantinya akan bekerja sama dengan HIPMI, Kadin, akademisi, dan praktisi-praktisi ekonomi lainnya di tanah air guna merumuskan persiapan yang lebih matang.

Rasanya, cukup wajar apabila pemerintah waspada terhadap AEC. Pengintegrasian wilayah ASEAN itu berarti menciptakan pasar dengan cakupan wilayah seluas 4,47 juta km persegi dengan jumlah penduduk mencapai kurang lebih 601 juta jiwa. Kondisi ini tentu menjadi peluang bagi Indonesia, sekaligus merupakan tantangan yang harus dihadapi.

AEC sendiri nantinya akan berisi empat hal penting. Pertama, ASEAN akan menjadi wilayah dengan aliran bebas barang, bebas jasa, bebas investasi, bebas tenaga kerja terdidik, dan bebas modal (single market and production base). Kedua, ASEAN diharapkan bisa menjadi kawasan dengan daya saing yang tinggi (a highly competitive economic region). Ketiga, ASEAN diharapkan menjadi wilayah dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil menengah (a region of equitable economic development). Keempat, ASEAN menjadi wilayah yang betul-betul terintegrasi dengan perekonomian global (a region fully integrated in to the global economy).

Infrastruktur dan Daya Saing

Sejatinya, dengan catatan manis pembangunan ekonomi Indonesia saat ini, kita tak perlu terlalu hawatir dengan akan diberlakukannya AEC pada 2015. Pengalaman diberlakukannya Asean Free Trade Area (AFTA) sejak 2002 silam, ternyata makin mengangkat pertumbuhan ekonomi kita. Bahkan selama empat tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia tak pernah dibawah 6 persen.

Baru-baru ini, lembaga riset bisnis dan ekonomi yang sangat terpandang di dunia, The McKinsey Global Institute, menerbitkan laporannya berjudul “The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential”. Dalam laporan itu, Indonesia diprediksi akan mengalami kecenderungan kejayaan di masa depan terkait pembangunan ekonomi. McKinsey menyebut, pada tahun 2030 Indonesia diperkirakan akan menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia, sesudah Cina, AS, India, Jepang, Brazil, Rusia.

Meski demikian, hal itu tak kemudian harus membuat kita jumawa. Masih lemahnya daya saing dan pembenahan infrastruktur, harus menjadi prioritas kewaspadaan. International Finance Corporation (IFC) pernah menyebut, untuk negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik, daya saing Indonesia masih kalah jauh dengan Thailand dan Malaysia. Indonesia hanya menempati posisi 129, sementara Thailand dan Malaysia sudah ada diperingkat 17 dan 18.

Selain itu, meski menjadi idola tujuan investasi, sejatinya iklim investasi di Indonesia juga belum begitu baik. Selama tahun 2012, Asia Business Outlook the Economist Corporate Network mengatakan bahwa Indonesia masih kurang luwes terhadap para investor. Besarnya beban logistic cost dan pelayanan birokrasi menjadi penyebab utamanya.

Namun begitu, kita patut bersukur karena pemerintah sepertinya serius melakukan pembenahan. Dalam memperbaiki infrastruktur misalnya, tahun 2013, belanja infrastruktur dari pembiayaan APBN mencapai Rp 203 triliun, dari APBD mencapai Rp 90 triliun, dan dari swasta serta BUMN mencapai Rp 140 triliun.

Memang sudah selayaknya pembenahan dilakukan oleh pemerintah. Kondisi yang terjadi di India bisa menjadi pembelajaran. Diproyeksi akan terus tumbuh, pembangunan ekonomi India saat ini malah mengalami penurunan akibat tak bisa menyelesaikan persoalan infrastruktur yang menjadi menu wajib penopang baiknya pembangunan ekonomi. Tentu kita tidak mengharapkan hal itu akan menimpa Nusantara.