Thursday, 12 November 2015

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan


1.      Pengertian Etika
Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani "Ethos" yakni adat atau kebiasaan, watak, kesusilaan, sikap,  cara berpikir, akhlak. Untuk lebih jelasnya, pada kesempatan ini seputarpengetahuan.com akan membahas mengenai pengertian etika yang dipaparkan oleh para ahli terkemuka. Ada beberapa para ahli yang mengungkapkan pengertian-pengertian etika. Diantaranya:
  • DR. James J. Spillane SJ
Etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.
  • Prof. DR. Franz Magnis Suseno
Etika merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia. 
  • Soergarda Poerbakawatja
Etika merupakan sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan dan kesusilaan.
  • Drs. H. Burhanudin Salam
Mengungkapkan bahwa etika ialah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.
Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988), etika dirumuskan dalam tiga arti, yaitu;

1.      Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
2.      Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3.      Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

2. Prinsip-Prinsip Etika
Terdapat enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

Ø  Prinsip Keindahan
 Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya.

Ø  Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

Ø  Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya.

Ø  Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional.

Ø  Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.

Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
1.  kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
1.      kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya tersebut
2.      kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ø  Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.

3. Basis Teori Dalam Etika
A.     Etika Teleologi

Di dalam etika teleology terdapa dua aliran etika teleologi yang harus dipahami yaitu :
o   Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

o   Utilitarianisme
Kata utilitarianisme berasal dari bahasa latin yaitu utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

B.     Deontolog
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
C.     Teori Hak

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

D.    Teori Keutamaan (Virtue)

Memandang  sikap atau akhlak seseorang tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.

4. Egoism

Egoisme bermaksud bahawa sesuatu tindakan adalah betul dengan melihat kepada kesan tindakan kepada individu. lndividu yang berpegang kepada falsafah ini percaya bahawa mereka harus mengambil keputusan yang dapat memaksimumkan faedah kepada diri sendiri. Terma “egoisme” berasal dari perkataan “ego”, perkataan Latin untuk “aku” dalam Bahasa Malaysia. Egoisme perlu dibezakan dengan egotisme yang bermaksud penilaian berlebihan psikologi terhadap kepentingan sendiri atau aktiviti sendiri. Teori ini adalah bersifat individualistik. Terdapat dua kategori utama Egoisme yaitu : Psychological Egoism dan Ethical Egoism.
a.       Egoisme Secara Psikologi
Psychological Egoism berpandangan bahawa setiap ormg sentiasa didorong oleh tindakan untuk kepentingan diri. lanya juga mendakwa bahawa manusia sentiasa melakukan perkara-perkara yang dapat memuaskan hati mereka ataupun yang mempunyai kepentingan peribadi. Teori ini menerangkan bahawa tidak kira apa alasan yang diberikan oleh seseorang, individu sebenarnya bertindak sedemikian sematamata untuk memenuhi hasrat peribadi. Sekiranya pandangan ini benar maka keseluruhan prinsip etika adalah tidak berguna lagi. Penyokong teori ini berpendapat bahawa setiap orang yang menghulurkan bantuan kepada orang lain seperti menjalankan aktiviti persaingan secara adil, menjaga kebajikan masyarakat ataupun yang mengambil risiko untuk menyelamatkan orang lain sebenarnya mempunyai tujuan untuk mempromosikan dirinya sendiri. Teori ini menafikan wujudnya nilai moral altruistic iaitu sikap suka menolong dan mengutamakan kepentingan diri insan lain lebih dari kepentingan diri sendiri.Dalam konteks perniagaan masa kini terdapat banyak firma-firma perniagaan yang melaksanakan tanggungjawab sosial kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan imej korporat yang akhirnya akan membawa kepada peningkatan keuntungan. Psychological egoism adalah berkaitan dengan motivasi individu untuk mencapai sesuatu matlamat.

b.      Egoisme Etikal
Ethical Egoism menegaskan bahawa kita tidak harus mengabaikan secara mutlak kepentingan orang lain tetapi kita patut mempertimbangkannya apabila tindakan itu secara langsung akan membawa kebaikan kepada diri sendiri. Ethical Egoism adalah berbeza dengan prinsip-prinsip moral seperti sentiasa bersikap jujur, amanah dan bercakap benar. la kerana tindakan tersebut didorong oleh nilai-nilai luhur yang sedia ada dalam diri manakala dalam konteks ethical egoism pula sesuatu tindakan adalah didorong oleh kepentingan peribadi. Misalnya, seseorang individu yang memohon pinjaman akan memaklumkan kepada pegawai bank tentang kesilapan pihak bank bukan atas dasar tanggungjawab tetapi kerana beliau mempunyai kepentingan diri.

Contoh Kasus

KASUS PAILIT PT. METRO BATAVIA ( BATAVIA AIR )

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Bagus Irawan, menyatakan berdasarkan putusan Nomor 77 mengenai pailit,  PT Metro Batavia (Batavia Air) dinyatakan pailit. “Yang menarik dari persidangan ini, Batavia mengaku tidak bisa membayar utang,” ujarnya, seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 30 Januari 2013.

Ia menjelaskan, Batavia Air mengatakan tidak bisa membayar utang karena “force majeur”. Batavia Air menyewa pesawat Airbus dari International Lease Finance Corporation (ILFC) untuk angkutan haji. Namun, Batavia Air kemudian tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti tender yang dilakukan pemerintah.

Gugatan yang diajukan ILFC bernilai US$ 4,68juta, yang jatuh tempo pada 13 Desember 2012. Karena Batavia Air tidak melakukan pembayaran, maka ILFC mengajukan somasi atau peringatan. Namun karena maskapai itu tetap tidak bisa membayar utangnya, maka ILFC mengajukan gugatan pailit kepada Batavia Air di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pesawat yang sudah disewa pun menganggur dan tidak dapat dioperasikan untuk menutup utang.

Dari bukti-bukti yang diajukan ILFC sebagai pemohon, ditemukan bukti dan utang oleh  Batavia Air. Sehingga sesuai aturan normatif, pengadilan menjatuhkan putusan pailit. Ada beberapa pertimbangan pengadilan. Pertimbangan-pertimbangan itu adalah adanya bukti utang, tidak adanya pembayaran utang, serta adanya kreditur lain. Dari semua unsure tersebut, maka ketentuan pada pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Kepailitan terpenuhi.

Jika menggunakan dalil “force majeur” untuk tidak membayar utang, Batavia Air harus bisa menyebutkan adanya syarat-syarat kondisi itu dalam perjanjian. Namun Batavia Air tidak dapat membuktikannya. Batavia Air pun diberi kesempatan untuk kasasi selama 8 hari. “Kalau tidakmengajukan, maka pailit tetap,”

Batavia Air pasrah dengan kondisi ini. Artinya, kata dia, Batavia Air sudah menghitung secarafinansial jumlah modal dan utang yang dimiliki. Ia pun menuturkan, dengan dipailitkan, maka direksi Batavia Air tidak bisa berkecimpung lagi di dunia penerbangan.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti meminta pada Batavia Air untuk memberikan informasi pada seluruh calon penumpang yang sudah  membeli tiket. Agar informasi ini menyebar secara menyeluruh, Batavia Air diharus siaga di bandara seluruh Indonesia, Kamis (31/1).

“Kepada Batavia Air kami minta besok mereka untuk standby di lapangan Bandara di seluruh Indonesia? Untuk member penjelasan dan menangani penumpang-penumpang itu. Jadi kami minta mereka untuk stay di sana,” ujar Herry saat mengelar jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu malam (30/1). Herry mengatakan pemberitahuan ini sudah disampaikan kepada Batavia Air. “Kami sudah kirim informasi ini kebandara-bandara yang ada untuk melakukan antisipasi besok di bandara (31/1),” imbuh Herry.

Menurut Herry, meskipun pangsa pasar Batavia Air tidak banyak tapi menurut siaga di bandara itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kebingungan pelanggan serta meminimalisir tudingan-tudingan bahwa pihak Batavia tidak bertanggungjawab.

Sumber : 


Tuesday, 9 June 2015

Tugas Softskill (My Hobbies)

MY  HOBBIES


Hallo....
My name is Irma Selvyani . I am a student at a university in Jakarta . I have some pleasure or often referred to as a hobby . Among them are reading , writing, listening, and i also like traveling. I do not like that name is speaking. Although, during this life we very imposible to not speak . But I speak only as needed. Let's forget about the talk because I want to tell you a little about my hobbies . I am most pleased to read and listen to music . Because I think both of these things can be done simultaneously . I like to read some of books including biographies , motivational books , and that perhaps I am most happy is to read novels . Yes , his name is also women would have been happy with it . I most enjoyed reading the novel tells the story of one's life or a true story made ​​into a novel or essay . In addition I also love to read novels about love or young adult novels . While there is a holiday or not I took a course schedule to go to the bookstore just to read some books if only briefly.  because I think it's better than I am at home I spend my time by reading some books that are there . By reading some of the books I can take lessons or a good mandate that can be applied in everyday life . But besides reading I also enjoyed listening to music , especially modern music like pop music . Can refresh ourselves while feeling bored and did not know what to dilakukan.Saya always download the music that I love about the internet . I save a lot of music in my phone . 
Music that I like are from western countries. My favorite singers is Avril Lavigne and Celine Dion and Miley Cyrus to worldly music . But other than that I most enjoyed listening to gospel music especially when in the face of a problem . I feel calm , comfortable , and peaceful when when listening to music . Logically, what we listen to , it does not directly affect us . The music is very useful in our lives . Music can relieve stress . Many of the songs were written in other languages ​​. While reading I can listen to music that makes my mind and feeling more peaceful . But this moment I am more busy with assignments that time I consumed only for coursework . But if the name is listening to music  never will be left behind in my daily activities. And the third of my hobbies is traveling  . In each there was a time I would have been traveling a long holiday with my friends . I love to visit places I have never visited before . I am most happy holiday beautiful places and still very close to nature for example beaches , waterfalls , lakes or places of history . There are some activities that I love in my life . What I do in my life everyday. 
Thank You ...

Tugas Softskill (Passive and Active)

Passive Voice

The passive voice is a grammatical constrution in which the subject of a sentence or clause denotes the recipient of the action rather than the perfomer. Active voice is a more regular used in life everyday rather than passive voice. Passive voice is used because the object of active voice is more important rather than the subject. Many language critics and language-usage manual discourage use of the passive voice. In english this active is not usually found in older guides, emerging only in first half of the twentieth century.
Subject + be + Verb3 + by + Object + Modifier
Example :
1.      Active : I called Jimmy last night.
Passive : Jimmy was called by me last night.

2.      Active    : He meets them everyday.
Passive  : They are met by him everyday
.
3.      Active    : She watered this plant this morning
Passive  : This plant was watered by her this morning

Active Voice
Passive Voice
Affirmative (+)
S+V+O
Students write a letter
S+TOBE+V3+BY+O
A letter is written by students
Negative (-)
S+AUXILIARY+NOT+V+O
Students do not write a letter
S+TOBE+NOT+V3+BY+O
A letter is not written by students
Interrogative (?) 
AUXILIARY+S+V+O
Do students write a letter?
TOBE+S+V3+BY+O
Is a letter written by students?
Question (w & h ?)

QW+AUXILIARY+S+V+O
Why do students write a letter?
QW+TOBE+S+V3+BY+O
Why is a letter written by students?

Active voice is a grammatical voice common in many of the world's languages. It is the unmarked voice for clauses featuring a transitive verb in nominative–accusative languages, including English and most other Indo-European languages.
Active voice is used in a clause whose subject expresses the agent of the main verb. That is, the subject does the action designated by the verb.  A sentence whose agent is marked as grammatical subject is called an active sentence. In contrast, a sentence in which the subject has the role of patient or theme is named a passive sentence, and its verb is expressed in passive voice. Many languages have both an active and a passive voice; this allows for greater flexibility in sentence construction, as either the semantic agent or patient may take the syntactic role of subject.
Ø  Active – Passive
1. Passive Voice [Simple Present Tense]
Subject + to be + Verb3
Example :
They buy a book everyday [active]
A book is bought buy them [passive]
2. Passive Voice [Present Continous Tense]
Subject + to be + being + Verb3
Example :
She is drinking a glass of milk [active]
A glass of milk is being drunk by her [passive]
3. Passive Voice [Present Perfect Tense]
Subject + have/has + been + Verb3
Example :
We have done our homework [active]
Our homework have been done by us [passive]
4. Passive Voice [Simple Past Tense]
Subject + to be (was – were) + Verb 2
Example :
I swept the floor yesterday [active]
The florr was swept by me [passive]
5. Passive Voice [Past Continous Tense]
Subject + to be (was – were) + Verb3
Example :
We  were typing a letter [active]
A letter was been typed by us [passive]
6. Passie Voice [Past Perfect Tense]
Subject + had + been + Verb3
Example :
He had done his homework [active]
His homework had been done by him [passive]
7. Passie Voice [Simple Future Tense]
Subject + will + be + Verb3
Example :
They will buy a book tomorrow [active]
A book will be bought by them [passive]
8. Passive Voice [Future Continous Tense]
Subject + will be + being + Verb3
Example :
We will be typing a letter [active]
A letter will be being typed by us [passive]
9. Passive Voice [Future Perfect Tense]
Subject + will have + been + Verb3
Example :
He will have done his homework [active]
His homework will have been done by him [passive]
10. Passive Voice [Future Past Perfect Tense]Future Past Perfect Tense
            S + would + have + V3 + O
Example :
Students would have spoken English [active]
English would have been spoken by students [passive]
Passive – Active
1.    At dinner, six shrimp were eaten by Harry. (passive)
Harry ate six shrimp at dinner. (active)
2.    The application for a new job was faxed by her. (passive)
She faxed her application for a new job. (active)
3.    That piece is really enjoyed by the choir. (passive)
The choir really enjoys that piece. (active)
4.    The students’ questions are always answered by the teacher. (passive)
The teacher always answers the students’ questions. (active)
5.    All the reservations will be made by the wedding planner. (passive)
The wedding planner is making all the reservations. (active)
6.    Instructions will be given to you by the director. (passive)
The director will give you instructions. (active)
7.    A movie is going to be watched by us tonight. (passive)
We are going to watch a movie tonight. (active)
8.    The victory will be celebrated by the team tomorrow. (passive)
The team will celebrate their victory tomorrow. (active)
9.    The last cookie was eaten by whom? (passive)
Who ate the last cookie? (active)
10.  Every night the office is vacuumed and dusted by the cleaning crew. (passive)
The cleaning crew vacuums and dusts the office every night. (active)


Sumber :